Menghitung Kebutuhan Batu Bata Dan Jenis Yang Tepat Untuk Dinding Lebih Artistik

Selain sebagai bahan pondasi bangunan, batu bata juga dapat membuat tembok lebih artistik. Ketahui cara menghitung kebutuhan batu bata dan jenis bata yang tepat untuk dinding rumah.

Untuk menghadirkan hunian yang unik dan tampak artistik sebenarnya tidak sulit. Berbagai jenis batu bata dapat dijadikan pembangun dinding yang tak kalah unik. Dinding bata ekspos dapat membawa suasana rustik, tradisional bahkan industrial pada hunian. Cukup ketahui cara menghitung kebutuhan batu bata serta jenis yang tepat sebelum memutuskan jenis bata apa yang akan dipakai.

Jenis-Jenis Batu Bata Terbaik Untuk Dinding Rumah

Sebelum mengetahui cara menghitung kebutuhan batu bata, sebaiknya pilih dahulu jenis bata yang akan digunakan pada dinding. Karena beda jenis beda pula ukurannya. Berikut adalah tujuh jenis bata yang lazim digunakan sebagai bata ekspos di dinding ruangan.

1. Batu Bata Merah

Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar sampai kering dan kemerahan. Jenis bata ini adalah yang paling banyak digunakan. Baik sebagai pondasi rumah maupun dinding rumah.

Kelebihannya ada pada warnanya yang khas dan hangat. Sangat cocok dipadukan dengan desain tropis pada bangunan. Bata merah juga tidak mudah retak, tahan panas serta harganya terjangkau.

Namun jenis bata ini bobotnya berat sehingga membebani pondasi bangunan. Sifatnya yang menyerap panas dan dingin dari sekitar juga membuat suhu ruangan tidak stabil. Untuk dinding ekspos, bata ini juga cenderung tidak rapi dan boros bahan perekat. Sehingga dibutuhkan ketelitian dalam memasangnya agar indah dipandang.

2. Bataton

Bata beton terbuat dari campuran semen, kerikil, pasir, dan bahan lainnya. Lazim digunakan untuk bangunan komersial dan rumah-rumah besar karena ukurannya yang besar. Bataton memiliki lubang untuk membentuk jalur pipa atau sambungan lainnya. Jenis bata ini dapat dipesan sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Namun bataton juga memiliki kekurangan yaitu bersifat menyerap panas. Selain itu diperlukan keterampilan khusus dalam memasangnya. Harganya juga lebih mahal dan materialnya keras sehingga sulit dipotong.

3. Batako

Batako atau batako press terbuat dari campuran semen dan pasir kasar atau batu kapur, batu tras, air dan batu bara yang di-press. Karena dicetak, maka penampilannya juga lebih rapi dan ukurannya seragam. Karena ukurannya yang sama akan lebih mudah menghitung kebutuhan batu bata.

Selain itu batako juga lebih mudah dipotong dan kedap air. Hal yang juga penting, bobot batako lebih ringan daripada bata merah. Namun karena bentuknya yang memiliki lubang, batako lebih mudah retak dan tidak tahan tekanan. Batako juga cenderung menyerap panas.

4. Batu Bata Ringan

Bata ringan berbentuk seperti bata merah, namun warnanya abu-abu. Terbuat dari pasir kwarsa, semen, kapur, air, aluminium pasta dan gypsum, bata ini dicetak di pabrik. Karena itu tampilannya lebih rapi dan halus dibandingkan bata merah dan batako.

Bata ini memiliki kelebihan pada bobotnya yang ringan, kedap air dan kedap suara. Sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan dinding ekspos yang artistik. Bata ringan juga hemat dalam pemakaian plester dan aci.  Serta sangat tahan terhadap tekanan dan panas.

Namun untuk ruangan kecil, penggunaan bata ringan kurang cocok karena ukuran batu yang besar. Mencari bata ringan juga tidak mudah. Pemasangannya pun membutuhkan keahlian khusus. Sehingga dari sisi anggaran, menggunakan bata ringan membutuhkan biaya yang cukup besar.

5. Batu Bata Custom

Batu bata custom dapat dipesan sesuai keinginan. Baik warna, ukuran, bentuk maupun jumlahnya. Bata ini akan menjadikan dinding, kusen pintu dan jendela atau elemen interior ruangan lebih artistik dan terkesan tradisional. Bata ini terbuat dari tanah liat dan pembuatannya mirip dengan bata merah.

Walaupun lebih cantik, namun bata custom lebih mahal harganya. Pemasangannya juga lebih rumit karena membutuhkan keahlian khusus.

6. Batu Bata Berlubang

Sesuai namanya, bata ini memiliki lubang silinder di bagian tengahnya. Selain untuk pembuatan dinding yang artistik, bata ini juga berfungsi sebagai ventilasi pada ruangan yang tidak memiliki jendela. Harganya tidak terlalu mahal dan bentuk serta ukurannya pun beragam.

Kekurangannya terdapat pada cara pemasangan yang merepotkan. Bata ini harus direndam selama sehari semalam lalu dijemur sampai kering sebelum digunakan. Hasil cetakannya pun kurang rapi.

Menghitung Kebutuhan Batu Bata Untuk Dinding Rumah

Setelah mengetahui berbagai jenis batu bata dan menentukan jenis apa yang akan dipakai, saatnya menghitung kebutuhan batu bata yang akan dipakai. Ada dua cara yang bisa digunakan yaitu dengan kalkulator bata dan dengan cara manual.

Menggunakan Kalkulator Bata

Menggunakan kalkulator bata adalah cara paling mudah menghitung kebutuhan batu bata untuk dinding. Ada beberapa aplikasi kalkulator bata. Juga website yang menyediakan kalkulator tersebut untuk digunakan secara gratis.

Dengan memasukkan data yang diperlukan berupa ukuran dinding, ukuran bata dan mortar Anda dapat mengetahui berapa bata yang dibutuhkan untuk sebidang dinding.

Menggunakan Cara Manual

Untuk menghitung kebutuhan batu bata menggunakan cara manual, harus diketahui luas dinding yang akan dibangun serta berapa rencana ketebalan perekatnya (mortar). Kemudian data tersebut dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut.

Kebutuhan bata per 1m2 = 1:(p+a) x (l+a)

Keterangan:

p = panjang batu bata yang dipakai

a = ketebalan mortar

l = lebar batu bata yang dipakai

Selain itu harus diperhitungkan pula berapa bata cadangan. Biasanya sebesar 1-10% dari bata yang diperlukan.

Contohnya:

Dinding yang akan dibangun berukuran panjang 9 meter dan tinggi 4 meter. Sedangkan bata yang dipakai adalah bata merah dengan ukuran 20×5 cm dan ketebalan mortar adalah 2 cm. Perkiraan cadangan bata adalah 5%. Maka jumlah batu bata yang diperlukan untuk 1m2 adalah:

1:(p+a) x (l+a)

1: (0,2 m+0,02m) x (0,05 m+0,02m)

1: 0,22 x 0,07

1: 0,0154

=64,93 buah.

Total bata yang digunakan per 1m2 adalah 64,93 + (5% x 64,93) = 68,18 buah, dibulatkan menjadi 69 buah.

Batu bata yang dibutuhkan untuk sebidang dinding dengan ukuran 9 x 4 meter adalah:

(9×4) x 69 buah = 2.484 buah.Demikian penjelasan mengenai cara menghitung kebutuhan batu bata sekaligus memilih jenis bata yang tepat untuk tampilan dinding yang artistik. Semoga bermanfaat.

BAGIKAN ARTIKEL INI
Facebook
LinkedIn
Twitter
WhatsApp
PENULIS

Hitung berbagai kebutuhan biaya proyek Anda

Gunakan kalkulator sederhana yang kami buat untuk mengetahui berbagai kebutuhan estimasi biaya proyek anda.

KALKULATOR MATERIAL

semen

beton

batu bata

pasir

atap baja ringan

berat plat besi

besi cor

KALKULATOR FINISHING

lantai keramik

lantai vinyl

wallpaper

cat

Maaf aplikasi kami saat ini sedang di sempurnakan.

Apakah anda bersedia menjadi tester aplikasi kami? Silahkan masukan email anda dibawah. Tim kami akan menghubungi anda.